Hello Everyone!
Gaslight bisa terjadi dalam banyak hubungan manusia, salah satunya yang paling banyak terjadi adalah pada hubungan asmara yaitu seorang lelaki melakukan gaslighting pada seorang perempuan. Bahkan menurut National Domestic Violance Hotline tercatat, 74% perempuan dewasa telah mengalami kejahatan gaslight ini dari pasangan mereka maupun mantan pasangan mereka. Itu berarti engga bisa dipungkiri bahwa mayoritas yang melakukan kejahatan ini ialah seorang lelaki. Banyak alasan mengapa lelaki melakukan hal ini terhadap pasangan mereka khususnya. Namun salah satu alasannya yaitu, mereka memiliki power yang lebih untuk melemahkan perempuan. Mereka membuat power atau kekuatan tersendiri untuk mengalahkan perempuan.
- Contoh kasus:
Gaslighter akan menggiring pemikiran korban tentang yang 'sebenarnya' engga pernah terjadi dalam hidupnya maupun apa yang telah diucapkan oleh korban. Lalu gaslighter akan membuat korban dalam perasaan yang salah. Itulah mengapa gaslighting dimaksud kejahatan manipulatif. Yang dilakukan oleh pelaku memang terus memanipulatif sampai kita merasa bahwa diri kitalah yang salah atau persepsi yang kita miliki salah. Dengan begitu lama kelamaan, korban akan menjadi low self-esteem, anxiety disorder hingga yang lebih parah ialah depresi.
Kata-kata yang biasanya sering digunakan oleh gaslighter kepada korban yaitu:
- "Aku juga begini karna kamu". Lagi-lagi, karena seorang gaslighter memiliki power, maka ia akan membuat korban merasa bahwa seolah- olahh apa yang terjadi pada pelaku adalah mutlak kesalahan yang dilakukan dirinya.
- "Aku engga marah. Kenapa kamu bisa bilang kaya gitu?". Sikap silent treat (mendiamkan) yang dilakukan pelaku, membuat korban akan kebingungan dengan perasaannya sendiri.
- "Kenapa sih kamu cemburuan banget". Perlakuan meremehkan pasangan seperti ini juga merupakan salah satu yang menimbulkan ketidak percayaan pada diri sendiri. Yang sebenarnya pelaku padahal sedang membalikkan keadaan.
NEED TO KNOW: Gaslighting sendiri ada kaitannya loh dengan narsistik (narsiscm).
Gaslighter (pelaku) kejahatan ini sangat beranggapan bahwa dirinya lebih penting daripada yang lain. Kenapa narisitik? karena narsistik tercipta atau tumbuh ketika merasa bahwa dirinya akan jauh lebih kuat daripada orang lain. Karena narsistik pula adalah orang yang menyalahgunakan orang lain untuk kepentingannya sendiri. Lalu orang dengan kepribadian narsistik sangat suka meyalahkan orang lain diatas kesalahan yang memang diperbuat oleh dirinya sendiri. Maka dari itu mereka sering menggunakan manipulasi untuk mencapai tujuan pribadi mereka.
Gaslighting bisa aja tidak terjadi jika; Pertama, kamu sadar kalo apa yang dilakukan atau dibicarakan oleh seorang gaslighter itu tidak benar adanya. Jadi, take your intuition first. Kedua, gasligting bisa dihilangkan jika pelaku berhenti untuk menyangga segala sesuatu yang disalahkan kepada korban, dan yang ketiga adalah komunikasi. Dengan berkomunikasi yang baik, bentuk kejahatan seperti ini tidak akan berkepanjangan.
Walaupun ini adalah sebuah kejahatan, namun seorang gaslighter tetaplah seorang manusia. Untuk merubah sikap atau perilaku manipulatif nya memang tidaklah mudah. Kecuali gaslighter mau diajak bekerjasama untuk mengubah cara mereka berdebat dan berkomunikasi.
Okay terakhir. Gaslighting itu singkatnya ialah meremehkan. Tapi tidak semua hal-hal yang kurang disetujui maupun engga disetujui oleh seseorang masuk dalam kategori kejahatan perilaku gaslighting dan kamu seolah-olah menjadi korbannya. So, jangan terlalu sering menggunakan istilah ini. Ketahui betul apa yang memang terjadi jika kalian menjadi korban atas kejahatan gaslighting ini. At the end of the day kita harus bisa nemuin support system atau teman yang bisa balikin kepercayaan diri kita sendiri tanpa di manipulatif oleh siapapun.
Jangan biarkan siapapun mengontrol pikiran kita. -am
that's all
Terimakasih telah membaca.

0 Komentar